SABTU, 25 JULI 2009 | 02:19 WITA source : Tribun Timur online
Makassar, Tribun - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Sahrul Yasin Limpo menantang para insinyur yang terhimpun dalam Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sulsel untuk membangun pabrik pengolah kakao menjadi coklat.
Harapan gubernur tersebut dilontarkannya saat membuka Seminar Nasional dan Munas Wilayah PII Sulsel di Hotel Makassar Golden, Jumat (24/7). Seminar ini mengangkat tema Green Engineering Toward Sustainable in South SulawesiAdd Image

"Di sini banyak insinyur Sulsel yang tentunya bisa membantu program pemerintah. Terutama untuk membangun pabrik coklat," kata Sahrul dalam seminar yang juga dihadiri aktivis lingkungan Erna Witoelar dan Wakil Ketua Umum PII Pusat Dr Ir M Said Didu.
Sahrul menambahkan, saat ini ia sudah membuat kontrak kerja dengan dinas-dinas untuk membangun industri sendiri di Sulsel. "Yang tidak bisa mewujudkannya diminta untuk berhenti dari jabatannya," katanya.
Said Didu pun mendukung tantangan tersebut. Apalagi posisinya saat ini sebagai Sekretaris Kementerian Negara BUMN. Bagi para insinyur di Sulsel, pembangunan industri pengolahan adalah tanggung jawab bersama.
Ketua PII
Sementara itu, selain menggelar seminar rekayasa teknologi hijau yang ramah lingkungan, PII juga melakukan musyawarah nasional (Munas) wilayah Sulsel. Pada muswil ini akan memilih ketua baru PII Kanwil Sulsel.
Pada munas ini, nama Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Dr Saleh Pallu M Eng, menjadi salah satu kandidat terkuat. Apalagi Saleh sebelumnya memangku jabatan Wakil Ketua PII Sulsel. Organisasi ini diketuai Ir Syafruddin A Pattiwiri.
"Prof Saleh kemungkinan menjadi kandidat utama karena sebelumnya ia menduduki jabatan wakil ketua. Sudah menjadi tradisi tiap periode kalau posisi wakil ketua bakal naik menjadi ketua," kata sekretaris panitia, Muh Rusman.(rif)